Jangan Disepelekan! 13 Bahaya Akibat Sering Telat Makan

Jangan Disepelekan! 13 Bahaya Akibat Sering Telat Makan
Jangan Disepelekan! 13 Bahaya Akibat Sering Telat Makan
Anda merupakan sosok pribadi yang suka atau terlalu sering telat makan? Tidak jarang selalu melakukannya tiap hari? Jika iya, maka waspadai mulai sekarang, karena menimbulkan akibat yang cukup fatal.

Memang bagi Anda muncul berbagai macam alasan klasik yang bisa menyebabkan Anda sering telat makan, misal karena sibuk dengan pekerjaan atau bahkan sedang sibuk menjalani program diet.

Apabila Anda merupakan salah satu orang yang memang benar tengah melakukan program diet, dengan telat makan justru bisa membuat program diet menjadi terganggu. Selain rentan mengalami penyakit lambung, nyatanya telat makan juga bisa menggangu kerja organ tubuh yang lain.

Berikut ini beberapa akibat atau dampak negatif jika sering telat makan.

Akibat Sering Telat Makan

Akibat Sering Telat Makan
Akibat Sering Telat Makan, via rd.com

1. Mudah Lelah

Menurut dari Evelyn Tribole, seorang penulis buku Eating on the Run, pasokan glukosa yang ada di otak menjadi terganggu selama rentang waktu 4 hingga 6 jam semenjak jam makan terakhir.

Jika pasokan level glukosa di otak rendah, hal ini mengganggu kinerja organ tubuh yang lain yang mana organ tubuh bekerja kurang efisien untuk menjalankan fungsi normalnya.

Apabila hal ini terjadi pada tubuh, maka Anda rentan untuk mengalami kelelahan, lemah, lesu bahkan sering murung. Ini tentu akibat atau efek dari gula darah yang rendah bisa mempengaruhi kinerja memori, konsentrasi dan kinerja mental atau fisik Anda.

2. Sindrom Iritasi Usus

Makan secara teratur juga mempunyai beragam manfaat bagi fisik dan bagi pencernaan. Namun, banyak orang kerap kali menunda atau bahkan melewatkan waktu untuk makan karena hal ini bisa menjadi jalan bagus untuk menurunkan berat badan.

Terkadang, kesibukan juga mengganggu waktu makan dan hal ini justru berbahaya apabila ditunda-tunda. Masalahnya, telat makan bisa menyebabkan terjadinya gangguan sistem pencernaan seperti irritable bowel syndrome.

Apa itu? Sindrom ini mengacu pada kumpulan gejala kronis distress lambung, termasuk kram perut dan nyeri, sembelit atau bahkan diare, serta kembung. Penyakit ini bisa disebabkan oleh adanya iritasi yang terjadi di usus yang mana disebabkan pola makan yang salah dan tidak teratur.

3. Mengalami Stres

Sering mengalami nyeri pada perut dan melewatkan waktu makan juga bisa jadi tanda-tanda jika Anda tengah mengalami stres. Hal ini terjadi karena saat dihadapkan dengan stres secara fisik atau mental, tubuh merespon dengan reaksi perlawanan secara alami.

Seperti yang diungkap oleh Georgetown University Health Education Services, jika bentuknya bisa seperti gangguan lupa makan, sakit kepala, cemas, atau bahkan hingga mengalami kram perut.

Jadi, jika Anda sering melewatkan dan melupakan waktu makan, bisa jadi salah satu pertanda jika Anda sedang mengalami stres. Maka dari itu, coba untuk makan secara teratur, karena selain bisa meningkatkan energi juga bisa meningkatkan energi positif di dalam diri Anda. [1]

4. Metabolisme Tubuh Melambat

Metabolisme tubuh akan selalu berjawalan, walaupun kondisi tubuh yang sedang beristirahat. Ada tujuan tersendiri mengapa terus bekerja yang berguna untuk membakar kalori dan mengubah makanan menjadi energi.

Tingkat metabolisme tubuh ini dtiunjang oleh asupan kalori. Pastikan Anda mengonsumsi kalori dengan jumlah yang cukup agar proses pembakaran energi bisa berjalan efektif dan optimal.

Jika Anda telat makan, secara otomatis metabolisme tubuh jadi ikut melambat dalam menyimpan kalori di dalam tubuh, sehingga bisa dibakar dalam waktu yang lama. Tentu ini menimbulkan efek yang mana tubuh menjadi lemas dan tak memiliki tenaga, sehingga aktivitas yang lain juga ikut terganggu.

5. Tukak Lambung atau Radang Lambung

Selain perut bisa mengalami keram, penyakit lain yang tak kalah berbahaya ialah bisa muncul tukak lambung atau peradangan yang terjadi di lambung.

Untuk kasus yang satu ini, lambung terluka atau akan mengalami iritasi yang ditimbulkan oleh adanya cairan lambung di mukosa lambung. Gejala yang terjadi ialah nyeri hingga ke ulu hati setelah makan.

Seperti yang diungkap dalam Journal of the American Medical Association, stres melewatkan waktu makan dan jam tidur yang salah, mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan beban asam duodenum atau usus 12 jari, yang menjadi salah satu penyebab berkembangnya atau memperburuk gejala penyakit tukak lambung. [2]

6. Perubahan Suasana Hati

Susana hati manusia memang tak menentu, berubah-ubah sesuai dengan keadaan atau situasi yang sedang terjadi. Saat bahagia, maka orang akan memiliki mood bahagia dan begitu juga sebaliknya.

Namun, di saat tubuh tak memperoleh nutrisi atau gizi yang cukup, bisa saja terjadi perubahan fungsi emosional yang bisa membuat Anda menjadi mudah tersinggung. Perubahan suasana hati ini juga mampu menghambat kinerja dari fungsi otak.

7. Mengalami Sakit Kepala

Melewatkan waktu makan bisa menurunkan kadar gula darah yang gilirannya bisa menyebabkan tubuh melepaskan hormon yang mempersempit arteri dan meningkatkan tekanan darah pada tubuh.

Hal ini bisa mengakibatkan Anda mengalami sakit kepala, menjadi mudah lelah dan mengalami yang namanya mual. Sungguh tak enak jika dirasa, benar begitu?

8. Fluktuasi Tekanan Darah

Melewatkan waktu makan juga bisa membuat tubuh melepaskan hormon dalam mengimbangi rendahnya kadar glukosa, yang mengakibatkan tekanan darah tidak stabil, naik dan turun. [3]

9. Melemahkan Sistem Imun Tubuh

Seperti yang kita ketahui, makanan yang dikonsumsi ternyata mengandung beragam macam manfaat dan nutrisi di dalamnya untuk menunjang tubuh dalam melakukan kegiatan.

Apabila telat makan, ternyata bisa melemahkan sistem imun tubuh karena tak adanya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kita. Hasilnya, kita bisa mudah menjadi mengalami sakit.

10. Bagi Wanita, Menstruasi Tak Teratur

Untuk wanita dewasa atau yang sudah memasuki masa pubertas, jangan pernah melewatkan jadwal makan karena hal ini bisa menyebabkan terjadinya haid atau menstruasi yang tidak teratur.

11. Kolesterol dan Penyakit Jantung

Seseorang yang sering terlambat makan biasanya kekurangan asupan nutrisi, seperti kalsium, kalium, hingga serat, dan di sisi lain kita bisa jadi lebih banyak mengonsumsi makanan yang berlemak.

Hal ini bisa memicu tingginya resiko terkena penyakit kolesterol atau terjadi penyumbatan pembuluh darah dan dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan terjadinya penyakit jantung. [4]

12. Bau Mulut

Karena dengan telat makan, maka produksi air liur di dalam mulut juga bisa menurun. Hal ini mampu membuat bakteri yang ada di dalam mulut berkembang biak dengan pesat dan pada akhirnya memicu bau mulut.

13. Diabetes

Kebiasaan makan tidak teratur atau telat makan ternyata juga bisa membuat sel hati untuk berhenti bereaksi dengan insulin. Hal ini bisa membuat hati tak lagi memperoleh sinyal dalam berhenti memproduksi glukosa dan terus mengirimnya dalam darah.

Alhasil, kadar glukosa dalam darah bisa menjadi berlebihan dan bisa memicu timbulnya penyakit diabetes tipe 2. [5]

Kesimpulan

13 Akibat Sering Telat Makan

Makan saat jamnya sudah tiba memang perlu dilakukan demi kelancaran organ tubuh dalam melakukan kinerja yang optimal yang mampu menunjang aktivitas sehari-hari.

Hal yang paling kecil dari dampak yang ditimbulkan telat makan itu terjadi lelah dan menjadi tidak fokus dalam berkegiatan dalam sehari-hari. Tapi, yang perlu diperhatikan, dari hal sepele bisa menjadi hal yang besar.

Dari kelelahan, bisa mengganggu kinerja tubuh yang lain, mengganggu pencernaan, bau mulut, mengalami diabetes, atau bahkan hingga memicu timbulnya penyakit jantung!

Perbaikilah pola gaya hidup mulai dari konsumsi asupan makanan karena setiap makanan pasti mengandung nutrisi untuk menunjang tubuh. Jangan pernah lagi telat makan demi kesehatan dan kelancaran tubuh!
Advertisement
Previous
This Is The Oldest Page