20 Penyebab Stres di Tempat Kerja yang Menjengkelkan!

20 Penyebab Stres di Tempat Kerja yang Menjengkelkan!
20 Penyebab Stres di Tempat Kerja yang Menjengkelkan!
Stres atau depresi yang muncul tidak melulu soal masalah keuangan, masalah keluarga atau masalah pribadi. Tempat kerja bahkan bisa menyumbangkan faktor stres bagi diri kita.

Terkadang, stres di tempat kerja biasanya dikarenakan tuntutan yang tiap hari secara terus-menerus, yang membuat diri kita menjadi tidak nyaman.

Sementara itu, ada yang bersusah payah dan bekerja keras demi kelancaran dan pertumbuhan perusahaan, namun tak dianggap adil oleh bos.

Tekanan-tekanan dalam pekerjaan akan selalu muncul dan tak akan pernah kita bisa hindari karena hidup, kerja dan lain sebagainya merupakan tekanan yang harus dihadapi bukan malah lari dari masalah.

Memang benar, dengan tekanan yang datang terus-menerus, membuat diri kita mengakibatkan masalah pada kesehatan. Namun, itu semua tergantung dari Anda bagaimana cara mengatasi tekanan tersebut.

Penyebab Stres/Depresi di Tempat Kerja

Stres di Tempat Kerja
Stres di Tempat Kerja, via huffingtonpost.com

1. Selalu Berada di Bawah Tekanan

Setiap orang yang hidup pasti mengalami tekanan. Bahkan, pelajar, mahasiswa, bahkan orang tua saja memiliki tekanan. Jadi, jangan mengeluh!

Semua itu bergantung dari bagaimana cara kita menyikapi adanya tekanan yang datang tersebut. Jika datang secara terus-menerus, maka ubahlah pola pikir Anda.

Anggap jika tekanan yang datang sebagai suatu ujian yang membuat diri Anda bisa jadi lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Tekanan yang lebih berat pertanda jika Anda siap untuk menjadi seorang pemimpin.

2. Suasana Kerja yang Tidak Nyaman

Tak melulu mengenai tekanan, kadang, suasana di tempat kerja juga bisa mengubah mood Anda, yang pada awalnya bahagia malah menjadi kesulitan untuk berkembang.

Suasana kerja yang buruk seperti :
  • Tempat kerja yang kotor
  • Tempat kerja yang kumuh
  • Tempat kerja yang berantakan
  • Tempat kerja yang bising
  • Teman kerja yang sombong
  • dan masih banyak lagi yang lain

Hal tersebut kadang bisa membuat kita menjadi merasa tidak nyaman. Karena faktanya, itu semua bukan hal yang sepele, melainkan harus segera dibenahi.

Tentu, bekerja membutuhkan pola pikir yang bagus, jadi dibutuhkan suasana kantor yang mendukung dan menunjang pekerjaan yang dilakukan demi goal sebuah perusahaan.

3. Kerja Sama yang Kurang

Terkadang, saat ada project penting menanti, masih ada saja kerja sama yang kurang antar pegawai. Misscommunication menjadi salah satu faktornya.

Terkadang, mereka sulit untuk bisa diajak kerja sama, hanya mementingkan diri sendiri saja, yang penting mereka nyaman dan tidak ada tekanan dari pihak luar ataupun dari dalam.

Padahal, kerja sama dalam suatu perusahaan atau pekerjaan itu sangatlah penting, mengingat ini juga demi kebaikan perusahaan dan demi kebaikan semua pegawai yang bekerja.

4. Kurangnya Perencanaan Kerja yang Baik

Seuatu tujuan di perusahaan tentu membutuhkan yang namanya perencanaan agar mudah untuk menjalaninya, tanpa harus bingung nanti harus berbuat apa.

Perencanaan itu penting. Bahkan, organisasi, atau mungkin diri sendiri juga memiliki perencanaan untuk masa depan.

Jadi, tidak ada di dunia ini yang datang dan pergi tanpa melakukan perencanaan terlebih dahulu.

Mudahnya begini, jika dengan rencana usaha juga bisa gagal, apalagi jika tanpa rencana?

5. Relasi atau Teman Kerja yang Kurang Mendukung

Terkadang, kita memiliki sikap yang baik, tekun dan disiplin dalam bekerja. Namun, berbeda dengan teman kerja yang malah menanggapi pekerjaan dengan santai.

Jika ada deadline, kita berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan dengan tepat waktu, namun malah orang lain atau teman menganggap biasa saja dan menyelesaikan di akhir waktu.

Terlebih, saat teman tak sesuai kepribadiannya dengan diri kita, ibarat mereka itu nakal, kurang sopan, kurang ramah, membuat kita menjadi tak nyaman dalam bekerja dan malah menjadi beban pikiran saja.

6. Pekerjaan yang Tak Sesuai dengan Minat dan Kemampuan

Jika bisa dikatakan, ini adalah salah Anda sendiri karena sudah mengajukan lamaran di posisi yang salah dalam suatu perusahaan.

Namun, tidak hanya Anda sendiri, terkadang perusahaan atau pemimpin menuntut karyawan untuk belajar yang bukan ilmu atau tanggung jawabnya.

Anda bisa melihat sendiri tekanan yang terjadi dalam bekerja ini memang disebabkan Anda masuk di posisi yang salah atau malah pemimpin yang selalu meminta untuk mengerjakan hal lain di luar kemampuan karyawan.

7. Pekerjaan Tak Sesuai dengan Level atau Jabatan

Terkadang, kita merasa angkuh, merasa sombong jika kita serba bisa dan menginginkan jabatan yang tinggi di dalam suatu perusahaan. Namun, itu semua anggapan yang salah!

Orang-orang yang sukses mengawali karir mereka dari bawah. Banyak kisah orang-orang sukses yang dimulai dari bawah, seperti jual koran, tukang cuci piring di rumah makan. Untuk apa? Untuk mengerti apa tujuan pentingnya hidup!

Maka dari itu, alangkah baiknya terima terlebih dahulu jabatan yang saat ini, karena tentu perusahaan memiliki jenjang karir dan ini bisa didapat oleh karyawan yang memang memiliki prestasi dan optimis di segala keluwesan pekerjaan.

Tak ada orang yang baru bekerja, sepandai apapun bisa langsung menjadi bos atau pimpinan. Mereka tentu memulainya dari bawah. Progres sangat berpengaruh apakah Anda layak mendapatkan jenjang karir atau tidak.

8. Belum Menjadi Karyawan Tetap

Ini juga menjadi beberapa alasan yang membuat kita stres dan depresi karena belum diangkat menjadi karyawan tetap. Padahal, mungkin Anda sudah mengira bekerja semaksimal mungkin.

Akan tetapi, perlu Anda ketahui, dengan bekerja semaksimal mungkin, apakah Anda bekerja dengan sepenuh hati atau hanya berorientasi demi ditingkatkan menjadi karyawan tetap?

Jika memang memiliki orientasi agar bisa diangkat menjadi pegawai tetap, ini yang menjadi masalah. Belum apa-apa sudah menuntut yang lebih, apalagi nanti sudah jadi karyawan?

Bekerjalah dengan ketulusan hati, dengan ikhlas, karena tentu hasil tak akan pernah mengkhianati sebuah proses. Bekerja dengan ikhlas tentu membuat kita menjadi nyaman dan senang hati dalam melakukannya.

9. Tekanan dari Keluarga

Terkadang, keluarga juga memberikan tekanan, sehingga pikiran atau tekanan tersebut dibawa ke tempat kerja. Sehingga, bisa membuat kita menjadi tidak produktif.

Tekanan dari keluarga bisa seperti masalah keuangan, masalah bisnis atau masalah yang lain yang membuat Anda menjadi depresi dan sangat sulit untuk menanganinya sendiri.

Nah, inilah pentingnya kesabaran dan keikhlasan, karena semua pasti akan indah pada waktunya.

Jika masalah datang dari keluarga, cukup diselesaikan di rumah saja, tak perlu membawa masalah tersebut ke kantor, karena tentu akan mempengaruhi produktivitas Anda.

10. Penghasilan yang Tak Sesuai

Semua pasti menginginkan uang karena segalanya bisa dibeli dengan menggunakan uang. Kita bekerja juga selain demi perusahaan, pasti ingin mendapat uang.

Masalah gaji bisa dikatakan sebagai masalah terbesar tekanan yang ada pada diri sendiri. Kadang, ada orang yang merasa gaji tidak sesuai dengan apa yang telah diusahakan.

Ada juga gaji yang tidak sesuai dengan jabatan. Bahkan, uang menjadi penting saat keluarga sedang membutuhkan keuangan yang memadai demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Cobalah untuk bersikap sabar dan tetap bekerja keras, pasti suatu saat nanti Anda berhasil diberi yang lebih. Hasil tak akan pernah mengkhianati proses atau usaha yang sudah dilakukan. Percayalah!

11. Pekerjaan yang Monoton

Semisal Anda bekerja di perusahaan dengan tugas menginput data barang. Ada juga yang bekerja di perusahaan multimedia, tugas Anda untuk desain produk.

Hanya itu-itu saja, membuat Anda menjadi bosan setiap harinya. Setiap jam harus menatap layar komputer dan itu monoton membuat Anda menjadi bosan.

Padahal, jika Anda ketahui, pekerjaan yang fokus dilakukan walaupun itu hanya 1 tugas saja, namun dikerjakan secara fokus, bisa membuahkan hasil yang maksimal, dibandingkan bekerja dengan banyak tugas, tidak fokus dan malah banyak tekanan.

Tentu semua itu ada resikonya.

12. Persaingan Antar Karyawan

Kadang, karyawan selalu memikir untuk menuntut jenjang karir yang lebih baik, dengan mementingkan diri sendiri padahal tanpa sadar, kerja sama juga penting demi membangun sebuah perusahaan.

Ada yang hanya ingin terlihat istimewa di mata pimpinan, namun malah santai-santai saja saat bekerja. Ada yang seperti itu.

Persaingan yang terjadi dalam dunia kerja tersebut sungguh tidak sehat dan perlu untuk ditinggalkan. Karena faktanya, perusahaan membutuhkan koordinasi dan kerja sama antar pegawai, bukan bekerja secara individual.

13. Sikap Pemimpin yang Kurang Adil dan Tidak Wajar

Kadang, pimpinan memberikan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan dan yang sudah diperjuangkan demi perusahaan.

Jika memang terjadi seperti itu, maka Anda bisa membaca karakteristik atau sifat pimpinan Anda jika ia adalah orang-orang yang sulit untuk menghargai kerja keras atau suatu proses.

Pimpinan hanya menginginkan hasil, tanpa melihat proses yang dilakukan hingga membuat Anda sakit-sakitan di rumah. Ya, bagaimana lagi jika sudah menyangkut soal pimpinan, tentu akan sangat sulit untuk melakukan koordinasi lebih dalam.

14. Keterbatasan di Tempat Kerja

Keterbatasan di lingkungan kerja juga bisa membuat Anda menjadi stres dan bisa mengalami masalah kesehatan.

Beban kerja memang masih diatur, namun Anda juga masih memiliki tugas lain yakni kerja sama dengan teman kerja atau dengan atasan yang tidak kompeten, atau bahkan teknologi di kantor yang di bawah standar, sehingga tidak bisa menunjang pekerjaan dengan baik.

Cara mengatasi hal yang terjadi ini ialah melakukan konsultasi secara langsung dengan pimpinan dan berikan solusi terbaik untuk perusahaan, agar tidak mengganggu produktivitas kerja.

15. Teman Kerja yang Mengganggu

Seharusnya, teman kerja harus bisa membantu Anda dalam menyelesaikan pekerjaan, namun ternyata ada juga teman kerja yang menyebalkan dengan berperilaku yang tidak sepatutnya.

Teman kerja yang mengganggu kerja seperti mengajaknya berbincang-bincang padahal Anda sedang melakukan tugas atau urusan yang penting. Bahkan, lebih dari itu, mereka bisa melakukan bullying terhadap diri kita.

Intinya, tekanan kerja dari teman kerja bisa membuat stres, dan masalah ini bisa di bawa ke rumah, karena akan selalu teringat di dalam otak.

Jika memang bisa dihindari, sebisa mungkin untuk dihindari. Jika tidak bisa, bicara jika Anda keberatan dengan sikapnya yang mengganggu. Berbicara dengan sopan kepada teman, jangan terlalu menyalahkan.

16. Peran Ganda

Setelah di poin atas fokus hanya pada 1 kerjaan yang monoton, kini juga ada peran kerja yang ganda, yang membuat berat diri untuk menyelesaikan karena setiap saat kepikiran.

Apapun alasannya, memiliki peran ganda atau bahkan lebih, tak akan menyenangkan dan malah akan membuat pikiran. Bahkan, saat sedang berlibur bersama keluarga, pasti kepikiran dengan kerjaan yang menanti.

Coba bicarakan dengan bos atau pimpinan, tanyakan secara spesifik apa tanggung jawab yang harus Anda lakukan. Bisa juga meminta pimpinan untuk memberikan target yang realistis sesuai dengan latar belakang pendidikan demi pengembangan karir selanjutnya.

17. Pekerjaan yang Menumpuk

Sama halnya dengan peran ganda, pekerjaan yang menumpuk dipegang oleh karyawan juga bisa menjadi tekanan batin tersendiri di dalam hidup.

Pekerjaan yang menumpuk dan berlipat ganda membuat waktu yang kurang untuk bersosialisasi, beristirahat atau bahkan kebersamaan dengan keluarga menjadi berkurang.

Dengan hal itulah membuat karyawan menjadi stres dan kurang yakin apakah akan bertahan di perusahaan tersebut. Tugas yang menumpuk dan tidak diiringi dengan gaji yang setimpal bukan rahasia umum menjadi salah satu penyebab Anda stres di tempat kerja.

18. Budaya Saling Menyalahkan Satu Sama Lain

Beberapa perusahaan atau bahkan karyawan cenderung takut untuk mengambil resiko, sehingga takut untuk melakukan kesalahan. Yang ingin dilakukan pasti hal yang benar-benar dimengerti tanpa harus tahu apa itu resikonya.

Seringkali, lingkungan kerja yang terlalu ketat dan tidak berani dalam mengambil resiko, membuat karyawan menjadi saling menyalahkan satu sama lain saat terjadi kerugian atau masalah yang lain.

Budaya saling menyalahkan ini membuat lingkungan kerja menjadi tidak nyaman, sehingga karyawan ada yang dijadikan sebagai kambing hitam, padahal nyatanya bekerja sesuai dengan prosedur.

19. Manajemen yang Tidak Sehat

Banyak orang yang mengalami stres saat bekerja ketika gaya kepemimpinan dari manajer cenderung ingin menang sendiri.

Pimpinan yang memiliki sikap lain, seperti :
  • Sensitif
  • Tidak bisa diajak kerja sama
  • Tidak mau menanggapi keluh kesah
  • Sulit dalam berkomunikasi
  • Tidak percaya dengan karyawan
  • Selalu menyalahkan
  • Tidak memiliki sikap optimis
  • Tidak memiliki tanggung jawab

Sikap pimpinan di atas tersebut adalah sikap yang tidak disukai oleh pegawai karena pimpinan secara tidak langsung dirinya adalah orang yang egois.

Dengan hal yang dilakukan oleh pimpinan, maka bisa mempengaruhi keputusan yang sudah ada di tempat kerja.

20. Target yang Tidak Realistis

Ada juga sikap dari pimpinan atau peraturan dari perusahaan yang menginginkan karyawannya bekerja seperti robot, terus-menerus, belum berhenti jika target belum terpenuhi.

Kadang, target yang diberikan juga tidak realistis. Menginginkan target lebih, namun pimpinan juga tidak sadar diri, sementara lingkungan kantor juga tidak memadai.

Ini menjadi momok yang menakutkan di mana pimpinan hanya bertumpu pada karyawan saja, tak mau tahu, yang penting harus sesuai dengan target.

Cara Mengatasi Stres di Tempat Kerja

Stres di Tempat Kerja

1. Niatkanlah Bekerja sebagai Ibadah

Kerja memang tekanan, maka bekerja dengan niat sebagi ibadah tentu akan lebih tenang dan percaya diri.

Tak melulu soal uang, mampu memberikan yang terbaik bagi perusahaan itu perlu. Jangan takut, pasti ada keberkahan tersendiri nantinya.

2. Belajar dari Masa Lalu (Pengalaman)

Jika saat ini pernah mengalami kesalahan yang sama dengan masa lalu, maka lakukanlah antisipasi agar tak terjadi lagi di masa yang akan datang.

Belajar dari masa lalu itu penting demi antisipasi dan demi kelancaran dalam bekerja, sehingga efektif dan tidak membuang waktu dan tenaga.

3. Sikap Optimis dan Percaya Diri

Pengembangan diri itu penting. Kadang, jika kerjaan yang tidak suka, tergantung dari bagaimana cara kita menyikapinya.

Tentu walau semuanya tak berjalan teratur, apabila kita menyikapinya dengan baik, yakin dan optimis, maka percayalah hati menjadi tenang dan tak ada tekanan batin.

4. Belajar Dewasa

Memang benar usia tak bisa dihubungkan dengan kedewasaan. Namun, kedewasaan bisa dilatih sejak dini.

Jika ada masalah yang terjadi di kantor, jangan terlalu dibawa pikiran. Yang terpenting adalah mencari solusi untuk masalah dan ke depannya.

5. Serius Tapi Santai

Stres berawal dari pikiran yang kelelahan, kurang tidur karena memikirkan pekerjaan dan pada akhirnya memicu berbagai macam reaksi negatif dalam diri yang akhirnya menyusahkan diri sendiri.

Maka dari itu, walau tanggung jawab yang diemban itu besar dan menyulitkan, tetap sikapi dengan tenang, namun juga serius.

6. Jangan Ditunda, Selesaikan Tepat Waktu

Jangan membiasakan diri untuk menunda-nunda pekerjaan, namun segera menyelesaikan tugas dengan tepat waktu sehingga tidak kelelahan dan tidak menjadi pikiran.

Tidak hanya itu saja, menyelesaikan tugas tepat waktu juga bisa memberikan diri untuk bisa beristirahat secara tepat waktu tanpa harus memikirkan deadline.

7. Berlibur itu Perlu

Tekanan di tempat kerja kadang tak memberikan waktu luang untuk berlibur bersama keluarga, padahal, liburan menjadi cara terbaik untuk mengisi tenaga.

Namun demikian, tetap pilih tempat liburan yang menyenangkan dan menenangkan, sehingga bisa mengembalikan semangat untuk mengatasi rutinitas sehari-hari di tempat kerja.

8. Gaya Hidup Sehat

Jangan malas berolahraga, agar tubuh tetap sehat. Konsumsi juga makanan yang bergizi sehingga mendapat nutrisi yang cukup dan tak mengantuk saat bekerja.

Kendalikan stres dengan pola hidup yang baik, karena dengan pola hidup, bisa mengubah diri Anda menjadi lebih baik.

9. Bagi Tugas

Jika memang Anda memiliki tugas yang banyak, alangkah baiknya jika memungkinkan untuk bagi tugas dengan teman kantor.

Ini bisa mempermudah dan mempercepat tugas agar selesai, sehingga pikiran dan badan tak tertekan secara terus-menerus.

10. Istirahat yang Cukup

Istirahat itu penting, masalahnya, istirahat menjadi proses di mana untuk menyegarkan otak dan menyegarkan tubuh.

Jika istirahat kurang, tidak hanya akan mengantuk saja, melainkan juga akan merasa kelelahan setiap hari yang semakin sulit untuk diatasi.
Advertisement